Cara Tes Buta Warna Parsial Dan Mengatasinya sampai Bisa Sembuh

Pernahkah anda memiliki perbedaan pendapat saat seseorang mengatakan warna yang anda tunjuk adalah merah sedangkan mungkin menurut anda adalah warna hijau? Pernahkah anda merasa saat orang-orang mengatakan bahwa anda harus Tes Buta Warna Parsial padahal anda merasa bahwa anda masih bisa melihat warna-warna yang ada dengan jelas tanpa gangguan. Dalam kondisi demikian, bisa saja anda mengalami gangguan buta warna. Sebenarnya, tidak sulit untuk mengetahui apakah anda mengalami gangguan tersebut atau tidak. Sebab, anda bisa menggunakan beberapa kartu dengan titik-titik angka didalamnya. Jika saat memeriksakan mata, anda dapat menjawab semua angka tersebut dengan benar, maka tidak ada masalah dengan penglihatan anda.

Cara Tes Buta Warna Parsial online

Cara Tes Buta Warna Parsial Dan Mengatasinya sampai Bisa Sembuh
Beberapa cara bisa dilakukan untuk Tes Buta Warna Parsial online dan ofline . Namun, perlu diketahui terlebih dahulu maksud dari buta warna parsial. Faktanya, 1 dari 12 laki-laki di dunia selalu menderita buta warna. Jika mata ada normal, tentu saja anda wajib bersyukur. Disebut buta warna dikarenakan gangguan persepsi warna. Jadi, penderita buta warna hanya kesulitan dalam membedakan nuansa warna atau bisa disebut sebagai buta terhadap warna tertentu saja. Berdasarkan statistik, 9% laki-laki dan 0.5% wanita mengalami buta warna. Biasanya, mereka akan cenderung kesusahan membedakan nuansa warna hijau dan merah dan kebutaan warna hijau atau merah. Ada juga yang buta warna terhadap biru. Bahkan dalam banyak kasus, buta warna total jarang sekali terjadi.
Untuk cara tesnya, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan:

1. Tes standar buta warna
Tes Buta Warna Parsial lengkap ini berfungsi untuk mendiagnosis buta warna dan disebut sebagai tes Ishihara. Biasanya, tes ini yang paling sering digunakan di sekolah-sekolah, kantor-kantor dan instansi lainnya guna membantu menyeleksi calon karyawan atau mahasiswa. Tes ini dilengkapi dengan 38 set warna yang ekstensif untuk skrining buta warna. Dalam setiap setnya, terdapat ligkarandengan titik-titik mosaik berwarna hijau-merah yang jelas berbeda. Dalam mosaik tersebut, terdapat pola angka atau huruf tokek. Huruf tersebut tidak akan mudah dibaca oleh orang yang buta warna tetapi tampak jelas terbaca oleh orang yang normal.

2. Tes dikotomi Farnsworth (D-15)
Anda bisa menggunakan tes tersebut sebagai tes uji visi dinamis yang sudah dikembangkan oleh profesor John L. Barbur yang berasal dari City University of London. Tes tersebut dikembangkan sebagai tes warna degan dilengkapi pilihan ganda dan sudah dikembangkan juga oleh Jean Jouannic, ahli optik asal Prancis.

3. Coba tes buta warna dari situs internet
Ada banyak Tes Buta Warna Parsial online yang bisa anda coba di beberapa situs di internet. Situs-situs tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk anda. Walaupun, tes tersebut tidak boleh menjadi andalan anda untuk meyakinkan bahwa anda tidak memiliki masalah sama sekali dalam membedakan nuansa mata. Setting warna, pengaturan gamma, kontras monitor komputer dan cahaya latar yang berbeda sudah pasti akan memberikan hasil yang berbeda pula. Untuk itu, hindari mengandalkan tes tersebut apalagi jika anda sendiri. Pastikan jika hal tersebut dilakukan dengan didampingi teman anda yang normal atau dengan menemui dokter spesialis mata.

       Baca juga : Gambar Tes Mata Silinder ( Astigmatisme ) Online Harus Pakai Kacamata Atau Tidak

Penyebab Buta Warna Parsial

Walaupun buta warna bisa menjadi masalah besar bagi para penderitanya, bukan berarti tidak ada cara sama sekali untuk mengatasinya setelah melakukan cara lolos tes buta warna parsial. Namun, ada beberapa hal yang harus anda ketahui tersebut tentang penyebab atau faktor yang dapat membuat anda terkena buta warna sebagaimana berikut:

1. Faktor gen
Buta warna merupakan kelainan warisan atau dari gen. Selain karena keturunan, buta warna ringan bisa juga disebabkan oleh mutasi gen opsin yang terjadi pada kromosom X. Tidak heran jika laki-laki cenderung terkena buta warna dibandingkan perempuan yang memiliki kromosom XX.

2. Sel kerucut tidak ada
Ada hampir 7 juta sel fotoreseptor yang ada pada retina mata dan terdiri dari 2 jenis sel-sel batang serta sel kerucut. Dan dibagian tengahnya adalah macula. Sel batang begitu sensitif terhadap cahaya hingga dapat menangkap cahaya yang lemah bahkan seperti bintang di malam hari walaupun dengan nuansa hitam, abu-abu serta putih. Sedangkan sel kerucut mampu melihat detail objek yang lebih rinci dan bahkan dapat membedakan warna walaupun bereaksi terhadap cahaya terang saja. Artinya, dua sel tersebut bekerja saling melengkapi sehingga manusia dengan mata yang normal mampu memiliki penglihatan yang tajam, rinci dan juga berwarna.

Dalam retina, terdapat 3 jenis sel kerucut dengan pigmen visual yang beda yang membuat mata dapat bereaksi terhadap gelombang cahaya dengan panjang berbeda seperti biru, hijau dan merah. Sel kerucut dapat menangkap gelombang cahaya berdasarkan pigmen masing-masing lalu diteruskan dalam bentuk sinyal transmisi listrik menuju otak. Otak pun bekerja untuk menggabungkan sinyal dan mengolah warna hijau, merah dan biru dari retina ke tayangan warna tertentu. Dengan adanya perbedaan intensitas tersebutlah, maka kita mampu membedakan berbeda warna. Nah, dalam kondisi adanya gangguan penerimaan cahaya, itu pertanda bahwa sel kerucut di retina akan memberikan persepsi warna lain di otak.

3. Cedera otak atau stroke
Saat seseorang mengalami kecelakaan seperti cedera otak atau stroke, sudah pasti terdapat gangguan pengolahan warna di otak.

         Baca juga : Penyebab Mata Pegal Sebelah Kiri Kanan Dan Cara Mengatasinya

 Cara Mengatasi Buta warna Parsial

Lalu, bagaimana mengatasi buta warna jika sudah Tes Buta Warna Parsial?
Ada beberapa cara yang bisa anda coba untuk mengatasi buta warna. Walaupun kenyataannya, buta warna tidak bisa disembuhkan. Berikut cara yang penting dilakukan untuk penderita buta warna:

1. Gunakan kacamata buta warna
Kacamata ini sepertinya belum pernah terdengar adanya di Indonesia. Mungkin, jika anda iseng mencarinya di google, anda dapat menemukannya.

2. Lensa kontak buta warna
Alternatif lainnya selain kacamata adalah lensa kontak buta warna. Lagi-lagi, sepertinya teknologi ini belum pernah terdengar di Indonesia.

3. Lakukan pengobatan alternatif
Pijat syaraf mata dilakukan oleh para ahlinya agar membuat penglihatan lebih terangsang. Disarankan juga untuk mengkonsumsi wortel serta bubuk beras merah secara teratur. Anda bisa menemukannya secara mudah di toko. Kemasan dan isinya bisa dibilang mirip seperti susu bubuk dengan bubuk warna merah. Bahkan, beberapa penderita mengatakan bahwa buta warna yang mereka alami bisa sembuh oleh karena itu jangan putus asa cari obat buta warna tradisional atau yang herbal .

4. Hafalkan pola gambar
Atasi buta warna anda dengan menghafal pola gambar jika anda ingin teknik untuk membaca angka dalam kombinasi warna gambar. Seperti dengan menghafal pola-pola warna yang berbentuk angka atau alur. Teliti setiap titik pola warnanya. Gunakan mika merah di buku tes sebagai alat bantu untuk melakukan cara mengobati buta warna parsial .

5. Doa dan usaha
Terakhir, setelah semua usaha seperti cara menyembuhkan buta warna parsial yang disaraankan di atas sudah dilakukan barulah berdoa agar anda bisa sembuh seperti yang lainnya. Semua yang diberikan adalah karunia, jadi tidak ada yang namanya kutukan atau apapun itu. Semua yang kita miliki adalah titipan dari sang Pencipta sehingga harus benar-benar disyukuri apa adanya. Jika buta warna membuat anda pesimis mencari kerja, ada banyak profesi yang tidak menuntut anda untuk memiliki penglihatan yang normal seperti Kiai , guru, dosen mata kuliah non kimia, public relation, resepsionis dan lainnya.

        Baca juga :Cara Menyembuhkan Katarak Pada Mata Secara Alami Sampai Sembuh

Itulah beberapa informasi mendalam tentang cara Tes Buta Warna Parsial dan bagaimana cara mengatasinya.Jangan lupa lihat update kami di obat sakit mata ini setiap hari dan kunjungi kami saat anda merasakan ada gangguan mata pada anda . Semoga bermanfaat !

Rate this article

Getting Info...

Post a Comment

Copyright ©Tips Kesehatan - All rights reserved.

Redesign by bloggun.xyz
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
More Details